Karhutla Mulai Terkendali, Pemerintah Perkuat Operasi Lapangan

JAKARTA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat pemerintah melalui operasi darat, dukungan udara, pemantauan titik api, dan koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus mempercepat pemadaman di wilayah yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus memenuhi kebutuhan operasional di lapangan. Saat meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, Presiden mengatakan langkah mitigasi difokuskan untuk menghentikan penambahan titik api.

“Yang penting kita segera hentikan perluasan penambahan titik api. Alhamdulillah, ini berjalan terus. Semua pejabat melaporkan kebutuhan-kebutuhannya, kita berusaha penuhi, pemerintah terus menambah helikopter, peralatan pemadaman, hingga mesin bor air untuk mendukung operasi lapangan,” ujar Prabowo.

Penguatan operasi tersebut terlihat di Kalimantan Tengah. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengatakan pemerintah bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bergerak menangani kebakaran sekaligus mencegah api meluas.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama kabupaten/kota, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus bergerak melakukan penanganan di lapangan,” ujar Toyib.

Sebanyak 10.700 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung pemadaman darat di berbagai titik Kalteng. Dalam 24 jam, operasi tersebut berhasil menangani dan memadamkan karhutla dengan luas mencapai 137,18 hektare. Pemerintah juga memprioritaskan pemadaman pada titik api aktif serta pengendalian potensi perluasan kebakaran.

Penguatan operasi tidak hanya dilakukan melalui pengerahan personel, tetapi juga dengan memastikan dukungan peralatan dapat menjangkau lokasi yang membutuhkan penanganan. Pemadaman darat dilakukan secara terpadu dengan pemantauan kondisi lapangan, sementara dukungan udara digunakan untuk membantu menjangkau wilayah yang sulit diakses melalui jalur darat. Koordinasi tersebut memungkinkan penanganan dilakukan secara lebih cepat dan terarah.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mendorong tim gabungan mempertahankan operasi secara masif di wilayah prioritas.

“Tim gabungan harus terus melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemadaman darat, water bombing, patroli udara, ground check, hingga kegiatan pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas,” ujar Daniel.

Selain operasi pemadaman, pemerintah juga memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi. Pemerintah menegaskan pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran akan ditindak sesuai hukum dan peraturan.

Konsistensi operasi lapangan, dukungan peralatan, serta keterlibatan lintas sektor menjadi kunci menjaga pengendalian karhutla. Pemerintah terus memastikan respons berjalan cepat dan terkoordinasi agar kebakaran dapat ditekan, dampak terhadap masyarakat diminimalkan, dan ancaman kabut asap tidak kembali meluas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *